Memilih Gendongan Ergonomis sesuai umur bayi

Setelah melahirkan dan beberapa hari bersama bayi saya, saya melihat kebutuhan dasar dari bayi yang saya lahirkan yaitu :

  1. MAKANAN. Untuk bayi yang baru lahir makanan yang paling baik adalah ASI (Air Susu Ibu)
  2. SUHU. Bayi yang baru lahir membutuhkan suhu yang hangat.
  3. RASA AMAN & DILINDUNGI. bayi yang dekat dengan ibunya lebih anteng.

saya menyadari bahwa ada hal menarik yang bisa dipenuhi semuanya oleh seorang ibu. Payudaranya menyediakan makanan berupas ASI, Tubuhnya hangat sesuai dengan suhu yang diperlukan bayi sejak lahir, dan dengan lengannya bayi bisa merasakan keamanan dan kenyamanan.

Saya berpikir bahwa bahwa bayi (terutama yang baru lahir) butuh lebih banyak bersama dengan ibunya. Saat saya berada beberapa meter saja dari bayi (yang baru lahir) saya, saya mengamati bahwa dia sering terbangun, dia mudah menangis dan kelihatan gelisah. Kalau bayi saya  lapar dan tidak segera saya susui dia akan menangis, kalau dia pipis/pup dan telat digantikan popoknya dia akan menangis, kadangkala dia menangis tanpa sebab (sudah kenyang ,kering,tidak ada serangga menggigit, kondisi badan fit ) tapi ternyata hanya ingin digendong. Mungkin itulah yang dimaksudkan merasa aman dan terlindungi.

1491331_10208851394346512_1261250291864865738_o.jpgMenggendong bayi merupakan cara saya selalu berada dekat dan dekap dengan bayi saya. Saat menggendong saya tahu dia lapar, saya dengan jelas bisa memperhatikan refleks dia saat lapar seperti memasukkan jari tangan ke mulut, membuka-buka mulutnya saat bibir/pipinya tersentuh kain baju saya, juga saya bisa dengan jelas mendengar deru napasnya yang memburu saat lapar. Dengan menggendong juga bayi saya selalu terjaga suhunya. Kami berdua tidak perlu memakai baju yang tebal karena dengan menggendong dan berada dekap dengan saya , badan kami saling bersentuhan. Suhu badan seorang ibu bersifat thermoregulator (bisa menaikkan  atau bahkan menurunkan 1 derajat , ini dilakukan saat skin to skin atau kontak kulit). Selain itu dengan lebih sering menggendong, bayi saya jadi lebih anteng jarang menangis (ini bahkan ada penelitian ilmiahnya disini), tidur lebih nyenyak dan saya bisa lebih nyaman melakukan kegiatan normal kembali. Saya bisa memasak dengan tenang tanpa ada interupsi dari tanginan heboh anak bayi atau bisa sambil membersihkan rumah yang berantakan. Hanya satu yang tidak bisa saya lakukan dengan tenang yaitu mandi/keramas/luluran lama-lama karena akan diinterupsi sama suara tangisan heboh anak bayi 🙂

Menggendong sangat menyenangkan, apalagi yang digendong masih bayi baru lahir. Berat bayi-bayi saya sewaktu lahir sekitar 3.5kg. saya masih bisa menggendong lama dengan nyaman, memungkinkan saya menyusui bayi saya sambil duduk, berdiri bahkan jalan-jalan atau hanya sekedar menggendong lalu kemudia dia tertidur. Tapi semakin hari berat bayi yang makannya hanya ASI itu cepat sekali bertambah bobotnya. Menggendong pakai tangan sebentar saja sudah bikin pegal lengan tangan, pinggang juga kerasa snut-snut karena posisi menggendong, selanjutnya kebutuhan kami adalah terus bisa berada dekat satu sama lain dengan sebuah alat bantu gendong (gendongan).

Gendongan seperti apa yang tepat untuk kami? Melihat kenyataan banyak sekali jenis gendongan, berbagai merk, berbagai fungsi mulai dari yang tradisional hingga yang modern. Apakah gendongan saya nanti masih bisa terpakai saat dia besar? Gendongan seperti apa yang cocok digunakan sejak anak saya lahir? Apakah gendongan saya aman dan tidak membahayakan bayi saya terutama untuk punggung dan lehernya yang masihsangat lemah? Apakah gendongan saya mudah dipakainya? saya bisa pakai sendiri tanpa melibatkan orang lain. Mengingat sehari-hari saya hanya bersama bayi saya saat suami saya kerja. Apakah gendongan saya memungkinkan saya untuk beraktifitas sambil menggendong bayi saya? apakah saat digendong dengan gendongan saya bisa sambil menyusui anak saya? Apakah gendongan itu mahal? Dan berbagai pertanyaan muncul saat memilih gendongan.

Perkembangan Tulang Belakang Bayi

Thanks to Internet, thanks to konsultan gendong internasional juga wikipedia dan teman-teman praktisi gendongan Indonesia yang menyediakan sumber-sumber bacaan terkait gendongan bayi. Sebagian besar pertanyaan saya terjawab. Dengan mengetahui perkembangan tulang belakang saya jadi semakin mengerti jenis gendongan seperti apa yang saya butuhkan.

devel_spine

Development of the Spine (source:www.babywearingadvice.co.uk)

Melihat pertumbuhan tulang belakang dari grafis diatas yang dimuat di web Mirjam Brockmann menunjukkan bahwa bayi baru lahir (dibawah 3bulan) bentuk tulang belakangnya cenderung melengkung seperti huruf C, bisa saya bandingkan juga dengan anak-anak saya saat bayi. Saat digendong tangan punggung menggelung, diletakkan saat ditidurkan suka membalik badan sendiri miring dan menggulung persis dengan gambar Total Kyphosis. Lalu kemudian saya menyimpulkan berarti gendongan yang baik untuk anak bayi baru lahir itu adalah yang mendukung posisi alamiah bayi newborn tersebut. Selanjutnya seiring dengan bertambahnya usia, perkembangan tulang belakang juga berubah. Mulai menjauh dari model huruf C.

20170615_122124.jpgSelain tulang belakang yang saya perhatikan juga pada anak bayi baru lahir adalah posisi kakinya. Cenderung terbuka (ngangkang seperti kodok) sepertinya hal ini juga harus diperhatikan dalam memilih gendongan. Yang mendukung posisi natural kaki bayi. Dalam dunia pergendongan (babywearing) posisi ini dikenal dengan isitilah M-Shape atau ada juga sumber yang menyebutkan Frog position.

Ini foto bayi usia 1 minggu yang sempat saya abadikan, saat terjaga maupun tidur kakinya tertekuk seperti ini. Saya luruskan lalu kemudian dia tarik kembali. Kemudian saya memutuskan untuk mencari gendongan yang mendukung posisi alamiah (natural) bayi-bayi seperti ini.

HIP DYSPLASIA.

Isu tentang Hip Dysplasia yang cukup meresahkan para penggendong yang sedang mencari gendongan. Siapapun kita pasti ingin gendongan yang terbaik untuk anak-anak kita. Dengan maraknya informasi yang simpang siur tentang Hip Dysplasia menjadikan paranoid saat melihat tipe gendongan tertentu. Sebenarnya Hip Dysplasia merupakan kelainan pada struktur tulang femur bayi dimana kepala femur (tulang tungkai atas kaki) tidak berada dalam manggkoknya pada tulang panggul. Atau bisa juga karena mangkuk terlalu dangkal sehingga posisi kepala femur kurang pas. Kelainan ini salah satunya disebabkan sejak dalam kandungan (pertumbuhan tulangnya tidak sempurna) dan akan diperparah dengan kebiasaan orang tua memperlakukan anaknya seperti dibedong terlalu rapat (dengan posisi kaki diluruskan) atau kebiasaan menggendong bayi dengan posisi kaki diluruskan. Tapi perlu ditekankan bahwa kelainan ini bukan karena disebabkan oleh pemakaian gendongan.

Apa yang dilakukan oleh para ahli tulang untuk mengatasi kelainan Hip Displasia?

pavlik_1024pada anak bayi dibawah 1 tahun yang masih terus bertumbuh tulang dan sendinya diterapi dengan penggunaan alat Palvic Harness yang diperkenalkan oleh Arnold Pavlik, seorang alhi bedah ortopedi dari  Czech di tahun 50an. Alat tersebut  memungkinkan anak yang diketahui kelainan sejak dilahirkan diterapi memposisikan kakinya seperti M-Shape. Ini penting untuk menjaga keberadaan kepala femur tadi terus berada di dalam mangkuknya selama masa pertumbuhan tulang didukung pertumbuhan sendi dan ototnya. Rata-rata bayi diterapi selama 3 bulan dan durasi masa pemakaiannya ditentukan oleh terapisnya. Berita baiknya bayi-bayi dibawah 1 tahun berhasil dan berkembang baik tulangnya.

Berikut grafis yang saya lihat dari web Dr Rosie Knowles, beberapa gendongan yang beredar di Indonesia dan luar negeri. Dari gambar kiri-ke kanan:

  1. Classic high-street narrow-based carrier, dudukan sempit dikenal juga dengan croth carrier . Dengan menggunakan gendongan jenis seperti ini kaki anak jadi tergantung, beban badan bayi bertumpu di satu titik menyebabkan posisi punggung bayi cenderung lurus dan kepala bayi cenderung kebelakang. Butuh dukungan leher dan kepala yang lebih tegak.
  2.   A slightly wider-based carrier, dudukan sedikit lebih lebar dan lumayan lebih baik dari no 1. Posisi ini kki sedikit tergantung dan beban masih belum tersebar merata di bagian dudukan bayi.
  3. A properly fitting, wide-based carrier. Gendongan yang pas dan tepat . Memungkinkan bayi mendapat posisi M-Shape yang baik dan Paha tertopang dengan baik dari lutut ke lutut. persebaran beban yang merata. Posisi ini menjadikan paha beristirahat 100 derajad dari garis tengah (midline) selama dalam gendongan dan merupakan rekomendasi dari konsultan ortopedi
  4. Tampak samping dari M-Shape (posisi M). Bayi duduk dengan aman, beban terbagi merata di bagian dudukan , punggung bayi tertopang dengan baik. Juga kepala dan lehernya bersandar secara natural anatominya di dada penggendongnya.

Pada gambar diatas ditunjukkan posisi menggendong bayi dengan posisi kaki M-Shape pada bayi dan anak, J-Shape pada tulang punggung anak yang sudah mulai bisa mengangkat tegak kepalanya sendiri ,tulang belakang masih terus berkembang dan bertumbuh. Sehingga anak yang digendong dengan posisi baik seperti ini pertumbuhan tulang kaki , panggul dan tulang punggungnya menjadi lebih maksimal dan lebih sehat. Pada fase ini juga bayi sudah mulai belajar merangkak/berjalan dan sebaiknya minimalkan bayi dalam posisi tidur terlentang atau duduk lama di car seat atau dudukan yang solid/keras.

Faktor Inilah kemudian menjadi salah satu unsur yang dimasukkan dalam gendongan ergonomis. Yaitu gendongan yang mendukung posisi natural bayi M-Shape,C-Shape pada bayi newborn dan J-Shape pada bayi menuju balita,  juga mendukung  posisi nyaman untuk penggendong .

Semua jenis gendongan diatas merupakan gendongan yang ergonomis, mendukung M-Shape, C-Shape dan J-Shape. Juga baik untuk penggendong karena bisa memperbaiki postur tubuh pasca hamil dan melahirkan.

Saya jadi punya referensi untuk memilih jenis gendongan yang tepat sesuai dengan umur bayi saya dengan mempertimbangkan masa pakai dan disesuaikan dengan isi dompet saya 🙂 Semoga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s